1.Cara Ternak Burung Cucak Rowo

tips dan trik cara ternak burung cucak rowo yang lain :
Untuk cara beternak cucak rowo ini bisa di bilang susah-susah gampang, karena cara berternak cucak rowo itu butuh keuletan tersendiri.
“Ukuran sangkarpun tidak terlalu luas, satu sangkar berukuran lebar 1,5 Meter dengan ketinggian kira-kira 2 meter, kondisi sangkarpun harus tertutup rapat, hanya bagian atas sangkar yang terbuka”.
Didalam sangkar penangkaran cucakrowo, dibuat layaknya hutan, seperti habitat asli cucakrowo. Terdapat tempat bertelur dan tempat untuk menaruh pakan, untuk menjaga kelembapan dan kebersihan kandang, dua hari kandang disemprot air untuk dibersihkan.
Bakalan indukan di pilih yang memiliki kualitas bagus, adapun usia harus minimal satu tahun, cucakrowo sudah mulai belajar berproduksi. Perlu waktu sekitar 14 hari untuk mengerami telurnya hingga jadi piyik cucakrowo.
Adapun. menu makan untuk cucakrowo tidaklah ribet, cukup diberi makan pisang, jangkrik dan poer pada pagi hari dan sore hari. Untuk menu makan bakalan cukup ditumbuk halus dengan campuran air.
Tidak ada tips khusus dalam menangkarkan cucakrowo azis berfilosofi, kita sebagai penangkar harus mengikuti irama hidup cucakrowo jangan sampai burung yang mengikuti keinginan dari si penangkar, apabila menginginkan yang terbaik dari hasil penangkaran.
“Masalah yang utama sebenarnya bukan di kandangnya tapi di indukanya, kita juga harus jeli jika cucakrowo berkeinginan pindah kandang” jelasnya.
Untuk harga bakalan berumur 45 hari, seharga 6 juta rupiah satu pasang cucakrowo.
Anda berminat ? atau anda ingin cukup memeliharanya saja ? coba anda kunjungi penangkar / penjual anakan cucak rowo asal gresik bernama bpk. H Umar Faruk, siapa tau anda mendapatkan bakalan bagus dikemudian hari. anda ingin ternak kenari ? baca : ternak kenari pemula
Sekian artikel cara sukses ternak ini tentang Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Menangkar Burung
Jalak Suren. Burung Jalak Suren adalah jenis burung dari keluarga jalak
yang sering kali ditemui di Anak Benua India dan Asia. Tenggara. Jalak
ini berukuran sedang, mempunyai dua warna yaitu berwarna hitam dan
putih. Adapun perbedaan jantan dan betina terdapat pada panjang badan,
kulit di sekeliling mata, bulu, ekor, dan jari-jari kaki. Burung jalak
suren ini juga diperjualbelikan untuk dipelihara para penyuka burung.
Burung ini dipelihara dengan berbagai alasan, mulai dari hobi burung
hingga alasan menjaga rumah. Burung ini rupanya sangat peka, kalau ada
orang yang datang maka burung ini akan berkicau nyaring dan bervariasi.
Terlepas dari pesona burung ini yang memang menawan, populasi burung ini
pun kian berkurang, dari pencemaran lingkungan, diperjualbelikan dan
penebangan hutan menjadi alasan dibalik susutnya populasi burung jalak
suren ini. Penangkaran burung jalak suren pun menjadi solusi untuk
menyelamatkan populasi burung ini.
Menangkar Burung Jalak Suren
Dalam menangkar burung jalak suren, perlu diperhatikan beberapa hal :
1. Mempersiapkan Kandang
Kandang burung jalak suren sebaiknya memiliki bentuk meninggi. Di dalam
kandang disediakan tanaman yang tinggi,berdaun lebat dan mempunyai
banyak cabang, misalnya pohon kemuning, klampis, kersen, atau tanaman
lain yang mirip. Lantai kandang juga perlu ditanami tanaman perdu atau
semak dan rumput-rumputan.
Menurut pengalaman, burung jalak suren yang ditempatkan dalam kandang
dengan ukuran 100 x 175 x 200 cm atau yang lebih besar lagi (3 x 3 x 4
m) ternyata bisa berkembang biak dengan baik. Perlengkapan yang ada di
dalam kandang ditata hingga menyerupai kondisi alami.
2. Pakan Burung
Pakan yang diberikan berupa pepaya, pisang, dan serangga (misalnya
kroto, ulat bambu, ulat hongkong, atau jangkrik.) Tempat pakan harus
cukup memadai dan kebersihannya dijaga. Tempat minum dan mandi juga
perlu disediakan. Sinar matahari harus dapat masuk ke kandang secara
memadai. Banyaknya sinar matahari yang masuk sangat menentukan
produktivitas perkawinan dan telur. Selain itu, tentunya juga perlu
tempat berteduh sewaktu ada hujan. Selain itu, juga diberi voor yang
berkualitas baik. Dengan pakan seperti ini, sepasang jalak suren yang
sudah jodoh akan berkembang biak dengan baik.
3. Berkembang Biak
Tempat bertengger burung jalak suren diupayakan yang besar atau melebar
untuk memudahkan perkawinan. Jalak suren mulai siap berbiak pada umur
10-12 bulan. Satu tahun untuk betina dan 1,5-2 tahun untuk jantan
merupakan umur ideal untuk penjodohan. Biasanya betina lebih cepat
dewasa kelamin dibanding jantan.
Teknik penjodohan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kalau
jumlahnya banyak, penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya,
masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya. Bila ada sepasang
burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu
pertanda jodoh. Burung yang sudah jodoh kemudian dipindahkan dalam
kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di
antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh
yang lain yang sama-sama jodoh atau juga berebut jodoh. Ini akan
mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selanjutnya. Itulah
alasan dipindahkannya burung kalau sudah jodoh.
Jika hanya ada dua ekor jalak surem, penjodohan dapat dilakukan dengan
mendekatkan betina ke jantan. Caranya, burung betina dimasukkan dalam
sangkar kecil atau sangkar gantung. Burung jantan dibiarkan dalam
kandang penangkaran. Selanjutnya, sangkar kecil berisi burung betina
dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi
yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan
segera jodoh.
jalak suren
Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah
penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada
tanaman yang banyak cabangnya.Dalam kandang penangkaran jalak suren
dapat dirangsang membuat sarang. Caranya, di beberapa tempat yang layak
untuk bersarang -misalnya pada tanaman yang memiliki banyak cabang kuat,
terlidung, dan aman dari gangguan- diberi tatanan dasar sarang. Di
tempat-tempat yang telah ditentukan itu ditaruh bahan sarang seperti
jerami, akar sulur yang panjang, ranting-ranting, atau daun-daunan.
Bahan sarang ini ditata melingkar atau dalam tumpukan yang teratur.
Baca Selengkapnya di: http://klikpintar.com/peternakan/cara-menangkar-burung-jalak-suren/
Copyright © KlikPintar.com
Baca Selengkapnya di: http://klikpintar.com/peternakan/cara-menangkar-burung-jalak-suren/
Copyright © KlikPintar.com
Cara Menangkar Burung
Jalak Suren. Burung Jalak Suren adalah jenis burung dari keluarga jalak
yang sering kali ditemui di Anak Benua India dan Asia. Tenggara. Jalak
ini berukuran sedang, mempunyai dua warna yaitu berwarna hitam dan
putih. Adapun perbedaan jantan dan betina terdapat pada panjang badan,
kulit di sekeliling mata, bulu, ekor, dan jari-jari kaki. Burung jalak
suren ini juga diperjualbelikan untuk dipelihara para penyuka burung.
Burung ini dipelihara dengan berbagai alasan, mulai dari hobi burung
hingga alasan menjaga rumah. Burung ini rupanya sangat peka, kalau ada
orang yang datang maka burung ini akan berkicau nyaring dan bervariasi.
Terlepas dari pesona burung ini yang memang menawan, populasi burung ini
pun kian berkurang, dari pencemaran lingkungan, diperjualbelikan dan
penebangan hutan menjadi alasan dibalik susutnya populasi burung jalak
suren ini. Penangkaran burung jalak suren pun menjadi solusi untuk
menyelamatkan populasi burung ini.
Menangkar Burung Jalak Suren
Dalam menangkar burung jalak suren, perlu diperhatikan beberapa hal :
1. Mempersiapkan Kandang
Kandang burung jalak suren sebaiknya memiliki bentuk meninggi. Di dalam
kandang disediakan tanaman yang tinggi,berdaun lebat dan mempunyai
banyak cabang, misalnya pohon kemuning, klampis, kersen, atau tanaman
lain yang mirip. Lantai kandang juga perlu ditanami tanaman perdu atau
semak dan rumput-rumputan.
Menurut pengalaman, burung jalak suren yang ditempatkan dalam kandang
dengan ukuran 100 x 175 x 200 cm atau yang lebih besar lagi (3 x 3 x 4
m) ternyata bisa berkembang biak dengan baik. Perlengkapan yang ada di
dalam kandang ditata hingga menyerupai kondisi alami.
2. Pakan Burung
Pakan yang diberikan berupa pepaya, pisang, dan serangga (misalnya
kroto, ulat bambu, ulat hongkong, atau jangkrik.) Tempat pakan harus
cukup memadai dan kebersihannya dijaga. Tempat minum dan mandi juga
perlu disediakan. Sinar matahari harus dapat masuk ke kandang secara
memadai. Banyaknya sinar matahari yang masuk sangat menentukan
produktivitas perkawinan dan telur. Selain itu, tentunya juga perlu
tempat berteduh sewaktu ada hujan. Selain itu, juga diberi voor yang
berkualitas baik. Dengan pakan seperti ini, sepasang jalak suren yang
sudah jodoh akan berkembang biak dengan baik.
3. Berkembang Biak
Tempat bertengger burung jalak suren diupayakan yang besar atau melebar
untuk memudahkan perkawinan. Jalak suren mulai siap berbiak pada umur
10-12 bulan. Satu tahun untuk betina dan 1,5-2 tahun untuk jantan
merupakan umur ideal untuk penjodohan. Biasanya betina lebih cepat
dewasa kelamin dibanding jantan.
Teknik penjodohan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kalau
jumlahnya banyak, penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya,
masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya. Bila ada sepasang
burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu
pertanda jodoh. Burung yang sudah jodoh kemudian dipindahkan dalam
kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di
antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh
yang lain yang sama-sama jodoh atau juga berebut jodoh. Ini akan
mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selanjutnya. Itulah
alasan dipindahkannya burung kalau sudah jodoh.
Jika hanya ada dua ekor jalak surem, penjodohan dapat dilakukan dengan
mendekatkan betina ke jantan. Caranya, burung betina dimasukkan dalam
sangkar kecil atau sangkar gantung. Burung jantan dibiarkan dalam
kandang penangkaran. Selanjutnya, sangkar kecil berisi burung betina
dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi
yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan
segera jodoh.
jalak suren
Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah
penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada
tanaman yang banyak cabangnya.Dalam kandang penangkaran jalak suren
dapat dirangsang membuat sarang. Caranya, di beberapa tempat yang layak
untuk bersarang -misalnya pada tanaman yang memiliki banyak cabang kuat,
terlidung, dan aman dari gangguan- diberi tatanan dasar sarang. Di
tempat-tempat yang telah ditentukan itu ditaruh bahan sarang seperti
jerami, akar sulur yang panjang, ranting-ranting, atau daun-daunan.
Bahan sarang ini ditata melingkar atau dalam tumpukan yang teratur.
Baca Selengkapnya di: http://klikpintar.com/peternakan/cara-menangkar-burung-jalak-suren/
Copyright © KlikPintar.com
Baca Selengkapnya di: http://klikpintar.com/peternakan/cara-menangkar-burung-jalak-suren/
Copyright © KlikPintar.com
2.Konstruksi Kandang Penangkaran Untuk Ternak Burung Jalak Suren
Ingin membuat kandang untuk ternak burung jalak suren ? Tapi tidak tahu atau belum pernah melihat bagaimana model dan bentuk dari konstruksinya ?
Pada dasarnya kandang untuk ternak burung jalak suren sama seperti kandang untuk ternak burung murai batu, cucak rawa maupun kacer. Tapi jika ada yang belum tahu, bisa di lihat keterangan berikut mungkin bisa di jadikan gambaran awal.
Contoh, di ambil dari kandang punya bapak ? he he ....
Ini ! Satu-satu, peretelan-peretelan, potongan-potongan atau bagian-bagiannya. Komplit dari bawah sampai atas, luar sampai dalam.
1. Dasaran atau Lantai

Dasaran terbuat dari tanah biasa. Alternatif yang lain bisa memakai pasir atau sejenisnya, atau bisa juga di tutup memakai plesteran pc. Kalau pakai plesteran dan di bikin lantai, kandang mudah untuk di bersihkan. Tentunya di bikin tambahan saluran khusus untuk membuang kotorannya, misal selokan kecil. Nanti tinggal di siram pakai air, jadi kotorannya langsung bersih.
2. Alas Penyangga Rangka Kandang

Di buat dari pasangan batu bata biar awet. Tujuannya memakai alas rangka adalah supaya bagian rangka paling bawah awet. Kalau tidak di beri alas kadang lembap atau basah kena air, jadi cepat keropos. Alternatif lain ? Bisa di modifikasi sendiri.
3. Pembatas Utama Kandang

Pembatas utama atau sekeliling, memakai kawat strimin. Rangka dari kayu diameter campuran, ada yang 2x3 3x3 dan 3x4 cm. Pelipit atau penjepitnya memakai bilah bambu. Alternatif lain ? Sesuaikan dana ? Di toko material bahan komplit.
4. Pembatas Antar Kandang

Jika kandang lebih dari satu dan konstruksinya di buat berderet, sebaiknya di beri pembatas. Yang fungsi utamanya untuk membatasi pandangan burung di kandang yang satu dengan burung di kandang sebelahnya.
Kalau burung baru jodoh bisa hancur ? Kalau indukan sedang mengeram bisa terganggu oleh burung sebelah, ujung-ujungnya telor tidak menetas.
Bahan dari karpet talang atau karpet genting dan eternit. Alternatif lain ? Bisa di modifikasi sendiri.
5. Lebar dan Tinggi Kandang

Lebar campuran, ada yang 100x100 100x120 100x150 cm. Tinggi rata-rata sama, yaitu 2 meter.
Tips ! ?/¿
- Makin luas makin baik, makin tinggi makin baik. Burung ruang geraknya luas.
- Kalau tempat minim, lebar sesuaikan tempat. Sebisa mungkin minimal ukuran 80x80 cm.
- Tinggi sesuaikan tempat. Tapi sebaiknya kalau ruang longgar, maksimal tinggi di buat setinggi jangkauan tangan. Agar tidak kesulitan jika suatu saat ada keperluan untuk menangkap burung. Entah pindah kandang, di jual atau yang lainnya.
6. Ukuran Pintu Utama dan Pintu Makanan

Pintu utama rata-rata berukuran 40x50 dan 50x70 cm. Pintu makanan sekitar 10x12 dan 10x15 cm. Alternatif ? Bisa di modifikasi.
Biasanya pintu utama di buka jika si pemilik mau masuk kandang dan menangkap burung. Yang lain adalah saat mengganti air tempat mandi dan minum burung. Posisi biasanya di bawah, pas di atas landasan rangka.
Pintu makanan cuma di buka saat mengganti atau memberi makanan saja. Letak biasanya setengah dari tinggi kandang dan terletak di bagian muka kandang.
Alternatif ? Bisa di modifikasi.
7. Tempat Makan, Minum dan Mandi

Untuk tempat makanan, minum dan mandi pilih sesuai selera saja. Di kios burung biasanya tersedia. Tempat minum dan mandi biasanya jadi satu dan di letakkan di dasar atau lantai kandang. Sebaiknya pilih yang bisa menampung air agak banyak, di gambar ukuran sekitar 25 cm untuk diameter dan tinggi sekitar 10 cm.
8. Tempat Bertengger

Tempat bertengger di buat dari potongan cabang pohon yang di kreasi sendiri. Alternatif lain ? Bahan dan letaknya bisa di modifikasi sendiri.
9. Ukuran Kotak dan Bahan Sarang

Ukuran kotak 20x40 cm, di dalam terbagi jadi dua ruang masing-masing ukuran 20x20 cm. Ruang bagian dalam tempat burung mengerami telur. Ruang kedua dekat pintu, tempat keluar masuk burung. Bahan dari papan kayu sengon atau randu, biasanya di konstruksi bangunan di gunakan sebagai papan cor. Di toko material biasanya jual. Alternatif ada ? Bisa di modifikasi sendiri.
Bahan sarang dari daun cemara jawa, yang sudah kering. Alternatif bisa memakai batang padi yang kering, bisa juga pakai limbah serbuk gergaji kayu atau sejenisnya.
3.
Untuk anis kembang Jantan
Untuk Anis kembang Betina
Setelah mendapatkan burung yang kita inginkan dengan kriteria diatas, waktunya penjodohan :
Tempelkan kandang yang berisi burung jantan dan burung betina
Tahapan ini adalah tahapan awal perkenalan, agar jantan dan betina bisa saling mengenal. proses ini biasanya memakan waktu 1 hari - 1 minggu tergantung ketertarikan kedua indukan.
Mandi bersama
Setelah jantan dan betina saling berjodoh biasanya tanda tandanya adalah burung jantan akan memainkan makanannya dengan membawa bawa makanannya di paruhnya (dicapit) dengan berusaha memanggil si betina untuk mau disuapi selain itu tanda lainnya adalah tidur dengan jarak yang berdekatan atau rendengan. Jika semua hal itu sudah kita lihat, sudah waktunya kita berikan kesempatan buat burung untuk mandi bersama dalam karamba mandinya. selama mandi itulah bisa kita perhatikan tingkah laku kedua burung tersebut, jika terjadi perkelahian segera pisahkan dan mulai mengulangi proses penjodohan ini dari awal kembali.
Disatukan dalam 1 kandang
Jika setelah beberapa hari burung mau mandi bersama dan terlihat akur, sekarang waktunya memasukan kedua indukan ini kedalam kandang penangkarannya. bisa dicoba dengan menggunakan kandang harian yang luas sambil menempatkan tempat sarang yang bisa terbuat dari anyaman rotan / bambu atau bahkan batok kelapa.
Jangan lupa pula untuk meletakan bahan bahan membuat sarangnya seperti sabut kelapa, serat nanas, jerami dan daun cemara kering.
jika burung terlihat akur dan burung jantan terlihat sibuk membuat sarang sambil terlihat merayu betina dan mencoba menyuapinya maka pada proses ini bisa diteruskan dengan tetap menggunakan kandang harian tersebut sebagai kandang penangkarannya atau memindahkannya ke kandang penangkaran permanen.
TIPS PENANGKARAN BURUNG ANIS .Menangkar
burung anis kembang bisa menjadi lahan usaha yang ekonomis, selain
mudah didapat burung anis kembang juga sangat mudah dalam perawatannya.
Menangkar burung anis kembang ini menjadi pilihan yang tepat bagi
kicaumania kita yang ingin belajar menangkarkan burung dari jenis anis /
punglor ini.
Artikel berikut mengulas mengenai bagaimana menangkarkan burung anis kembang dengan cara yang sederhana, selamat menyimak
Pemilihan indukan
Sebelum memulai penangkaran sebaiknya pilih indukan dengan kriteria sebagai berikut:
![]() |
| TIPS PENANGKARAN BURUNG ANIS KEMBANG |
Artikel berikut mengulas mengenai bagaimana menangkarkan burung anis kembang dengan cara yang sederhana, selamat menyimak
Pemilihan indukan
Sebelum memulai penangkaran sebaiknya pilih indukan dengan kriteria sebagai berikut:
Untuk anis kembang Jantan
- Pilih burung anis kembang jantan yang sudah cukup umur dengan perkiraan sudah melewati 3 kali masa mabungnya dan juga burung dalam kondisi gacor dan ngeroll.
- Pilih burung yang sehat ,mulus dan tidak cacat.
- Pilih burung yang berkualitas baik jika anda ingin anakannya memiliki turunan yang bagus, bisa dilihat dari bentuk fisik tubuhnya yang panjang dan langsing (lencir) serta gaya berdirinya yang tegak.
Untuk Anis kembang Betina
- Pilih Betina yang sudah cukup umur atau sudah melewati 2x masa mabung
- Pilh betina yang sehat, mulus dan tidak cacat
- Pilih betina yang sudah birahi atau ngeper jika ditempel atau mendengar suara burung jantan
- Untuk pemula sebaiknya menyiapkan beberapa ekor indukan betina untuk persiapan jika burung terebut tidak berjodoh dengan indukan jantan yang kita miliki.
Setelah mendapatkan burung yang kita inginkan dengan kriteria diatas, waktunya penjodohan :
Tempelkan kandang yang berisi burung jantan dan burung betina
Tahapan ini adalah tahapan awal perkenalan, agar jantan dan betina bisa saling mengenal. proses ini biasanya memakan waktu 1 hari - 1 minggu tergantung ketertarikan kedua indukan.
Mandi bersama
Setelah jantan dan betina saling berjodoh biasanya tanda tandanya adalah burung jantan akan memainkan makanannya dengan membawa bawa makanannya di paruhnya (dicapit) dengan berusaha memanggil si betina untuk mau disuapi selain itu tanda lainnya adalah tidur dengan jarak yang berdekatan atau rendengan. Jika semua hal itu sudah kita lihat, sudah waktunya kita berikan kesempatan buat burung untuk mandi bersama dalam karamba mandinya. selama mandi itulah bisa kita perhatikan tingkah laku kedua burung tersebut, jika terjadi perkelahian segera pisahkan dan mulai mengulangi proses penjodohan ini dari awal kembali.
Disatukan dalam 1 kandang
Jika setelah beberapa hari burung mau mandi bersama dan terlihat akur, sekarang waktunya memasukan kedua indukan ini kedalam kandang penangkarannya. bisa dicoba dengan menggunakan kandang harian yang luas sambil menempatkan tempat sarang yang bisa terbuat dari anyaman rotan / bambu atau bahkan batok kelapa.
Jangan lupa pula untuk meletakan bahan bahan membuat sarangnya seperti sabut kelapa, serat nanas, jerami dan daun cemara kering.
jika burung terlihat akur dan burung jantan terlihat sibuk membuat sarang sambil terlihat merayu betina dan mencoba menyuapinya maka pada proses ini bisa diteruskan dengan tetap menggunakan kandang harian tersebut sebagai kandang penangkarannya atau memindahkannya ke kandang penangkaran permanen.
