1.Cara efektif menjodohkan jalak
Meski sudah tidak lagi memiliki kelas tersendiri dalam lomba burung di Indonesia, bukan berarti jalak suren tersingkirkan begitu saja. Masih banyak kicaumania yang menyukainya, baik sekadar nostalgia (bagi kicaumania senior), memancing suara burung lain, atau dijadikan master bagi burung bersuara keras seperti hwamei. Bahkan, tidak sedikit pula kicaumania yang memeliharanya sebagai “penjaga rumah”.
Jalak suren masih banyak diminati kicaumania.
—
Para penangkar jalak suren pun terus bermunculan, membuktikan burung
ini masih banyak diminati. Hanya saja, sebagian penangkar pemula
terkadang frustasi pada tahap penjodohan, lantas menyerah dan kandaslah
harapannya untuk menangkar jalak suren.Sebenarnya penjodohan jalak suren relatif mudah dilakukan, terutama kalau Anda menjodohkannya sejak masih muda. Caranya, belilah beberapa ekor anakan jalak suren, kemudian dimasukkan dalam satu sangkar. Boleh juga menggunakan kandang koloni ukuran besar maupun sedang, tergantung dari jumlah burung yang ingin dipasangkan, atau sesuai dengan situasi-kondisi termasuk finansial.
Anakan jalak suren
dalam kandang koloni besar.
dalam kandang koloni besar.
Jika membeli anakan dari pedagang atau penangkar jalak suren, biasanya dalam bentuk pasangan (2 ekor). Tetapi pasangan ini belum tentu jantan dan betina. Bisa jadi keduanya betina, atau keduanya jantan, atau kalau beruntung jantan dan betina. Karena itu, lebih baik membeli 3-4 pasang (6-8 ekor) sehingga kelak akan muncul lebih dari 1 pasangan indukan.
Untuk membedakan jantan dan betina jalak suren ketika masih anakan memang agak susah. Namun jika Anda sudah terbiasa, nanti juga bakal menguasai. Sebagai panduan awal, anakan jantan memiliki kepala yang sedikit menonjol. Adapun anakan betina berkepala mulus, tanpa tonjolan sedikitpun.
Anakan jalak suren dalam kandang koloni sedang.
—
Anakan jalak suren dalam sangkar.
—
Pemisahan burung menuju penjodohan sesungguhnyaSetelah lepas dari masa remaja, atau berumur 8 – 9 bulan, perlu dilakukan pengujian apakah mereka merupakan pasangan sesungguhnya. Caranya, jantan dan betina yang terlihat selalu berdekatan dan rukun dipisahkan dan dimasukkan dalam sangkar berbeda, namun kedua sangkar ditempelkan.
Tindakan ini diperlukan untuk melihat reaksi burung jantan dan betina. Jika si jantan mengeluarkan suara, kemudian betina mereson dengan mengeluarkan suara pula, berarti keduanya benar-benar sudah berjodoh. Demikian pula sebaliknya, jika burung betina bersuara, si jantan langsung bersuara pula.
Jalak suren jantan dan betina sama-sama bisa mengeluarkan suara ngerol. Burung jantan biasanya tancep. Adapun burung betina ngeper-ngeper, yaitu kepalanya ditarik ke belakang, ekornya diangkat sedikit.
Proses ini bisa berlangsung selama lima hari. Apabila sudah yakin burung berjodoh, dengan tengara seperti dijelaskan di atas, maka kedua burung bisa dimasukkan ke kandang penangkaran, atau boleh juga menggunakan sangkar harian.
Pasangan jalak suren yang sudah berjodoh.
—
Namun apabila selama 5-7 hari salah satu burung tidak merespon, alias
diam saja, itu menandakan mereka tidak berjodoh. Jika dimasukkan dalam
kandang penangkaran, mereka cenderung berkelahi. Solusinya adalah
mengganti salah satu burung dengan calon indukan yang lain.Kandang / sangkar penangkaran bagi burung yang sudah berjodoh harus dipersiapkan sebelumnya, terutama tempat bersarangnya. Bahan sarang bisa menggunakan daun cemara kering (unjal) yang banyak dijual di toko burung. Sebagian disusun ke kotak sarang, sebagian lagi disebarkan di dasar sangkar / kandang. Daun cemara ini akan dipunguti indukan dan dibawa ke sarangnya.
Siapkan pula suplemen khusus untuk burung jantan dan betina yang akan berkembang biak, seperti BirdMature, untuk meningkatkan jumlah telur fertil, jumlah telur yang menetas, dan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan kesehatan anakan yang menetas.
Porsi extra fooding (EF), misalnya jangkrik, harus ditambah sejak kedua burung dimasukkan ke dalam kandang / sangkar penangkaran. Dalam beberapa kemudian, maksimal 7 hari, kedua induk biasanya akan kawin.
Harga jalak suren anakan, remaja, dan dewasa
Kalau Anda berniat menangkar jalak suren dengan proses penjodohan yang efektif, disarankan untuk memulainya sejak anakan, dengan panduan seperti dijelaskan di atas. Alternatif lain adalah membeli pasangan induk yang dijamin sudah berjodoh dan tinggal dimasukkan ke kandang penangkaran.
.
2.Cara Menjodohkan Burung Cucak Rowo
Bila calon induk yang akan ditangkarkan telah dipilih serta telah memenuhi syarat tersebut di atas, tiba saatnya untuk memasukkannya ke dalam kandang penangkaran. Menjodohkan atau
memasukkan burung ke dalam kandangpun ada tekniknya tersendiri, yakni sebagai berikut:
1. Masukkan burung jantan ke dalam kandang penangkaran terlebih dahulu, hingga benar- benar tampak tenang dan tidak lagi gelisah, syukur sudah mau berkicau
2. Dekatkan atau tempelkan sangkar/kurungan yang berisi burung betina pada kandang penangkaran yang sudah berisi burung jantan calon pasangannya, pada salah satu dinding kandang dan amati terus. Bila keduanya telah mulai tertarik dan mendekat serta menunjukkan isyarat gerak yang cocok, barulah mulai dengan tahap berikutnya yaitu memasukkan burung betina ke dalam kandang penangkaran
3. Masukkan Cucak Rawa betina dalam kandang penangkaran secara hati-hati, agar si jantan tidak terkejut dan menyebabkan ketakutan serta menghambat adaptasi keduanya. Waktu yang tepat untuk memasukkan burung betina adalah sore hari menjelang tidur, dengan maksud agar keduanya dapat segera tenang dan tidak saling menyerang. Ikuti dan awasi terus perkembangannya agar dapat dipastikan bahwa keduanya akur dan tidak saling menyerang. Apabila dalam beberapa hari sudah mulai tampak akur dan selalu rukun, dapat diharapkan pasangan ini akan segera menghasilkan keturunan
1. Berikan cukup makanan baik makanan buatan, buah-buahan maupun makanan ekstra berupa serangga, belalang atau jangkrik. Air minum dan kolam rawa atau kolam buatan agar selalu dijaga kebersihannya serta mengganti airnya.
2. Pada waktu memberikan makanan ekstra, berupa belalang atau jangkrik, usahakan agar dibantu dengan tangan atau lidi, agar terjalin kontak langsung dengan pemilik. Kontak secara langsung dengan burung perlu latihan atau pendekatan sedikit demi sedikit dan penuh kesabaran. Kontak langsung ini sangat diperlukan, agar terjalin hubungan kasih saying. Bila kontak langsung sering dilakukan, maka setiap kali kita datang ke lokasi kandang, burung akan menyambut gembira dan penuh harap untuk mendapatkan hadiah makanan kesayangan
3. Setelah beberapa waktu akan tampak jelas adanya kehidupan yang rukun, penuh kegembiraan yang diselingi dengan canda dan saling berkejaran riang namun tidak menyerang
4. Secara naluriah, seperti ketika masih di hutan, biasanya pasangan burung ini akan membuat sarang dan mulai bertelur menjelang musim penghujan, yaitu sekitar bulan Juli-Agustus. Apabila pasangan ini sama-sama tampak mengumpulkan rumput kering atau bahan lain dan mulai menyusun sarang, segera berilah tambahan daun cemara, rumput kering ataupun serabut kelapa agar burung mudah mencari bahan sarang
5. Setelah segalanya dirasa siap, maka si betina akan segera bertelur antara 2 sampai 3 butir. Tetapi ada kalanya burung akan bertelur sampai 4 butir. Tetapi pada umumnya Cucak Rawa hanya bertelur 2 butir saja. Telur yang semula berwarna putih ini lama-lama menjadi agak kekuningan dan kemudian akan muncul bintik-bintik coklat muda kekuning-kuningan. Pengeramannya biasanya dilakukan secara bergantian. Pada hari ke empat belas, biasanya telur akan segera menetas. Anak Cucak Rawa akan diasuh oleh kedua induknya secara bergantian.
KENDALA UTAMA PENANGKARAN
Penjodohan
Dalam penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama adalah menyamakan masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa birahinya, maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memberikan asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun betina. Dalam kaitan ini, disarankan Anda menggunakan multivitamin dan multi mineral yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan. Sebagai salah satu contohnya adalah Bird Mature.
Macet produksi
Banyak sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melakukan perkawinan. Atau kalau melakukan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak ada pembuahan adalah telur yang kosong sampai masa pengeraman berakhir. Sebenarnya, macet produksi dalam kasus di atas adalah karena datangnya masa birahi burung pasca telur menetas tidak berbarengan. Dengan demikian, dalam kasus ini juga disarankan menggunakan BirdMature sehingga muncul birahi jantan dan betina pada saat yang bersamaan. Fungsi utama BirdMature memang meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. Namun dia juga memiliki fungsi lain, yakni meningkatkan daya tahan tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung. Banyak burung piyikan mati disebabkan dia kekurangan asupan yang seharusnya tersimpan secara normal ketika dia masih dalam bentuk telur. Dengan pemberian BirdMature, risiko kematian anakan piyikan burung bisa ditekan.
tips menjodohkan anis kembang
Masih banyak pemula yang bertanya mengenai bagaimana cara menangkarkan burung anis kembang, terutama proses penjodohan induk jantan dan betina. Berikut ini beberapa tips yang bersumber dari pengalaman saya sendiri dan kisah sukses seorang penangkar anis kembang (AK).
INDUK AK BETINA MENGERAMI TELUR SELAMA 14 HARI
AK jantan
- Pilih burung jantan yang sudah cukup umur, dengan perkiraan sudah melewati 3 kali masa mabung.
- Burung dalam kondisi gacor dan ngerol.
- Sehat, mulus, dan tidak memiliki cacat pada tubuhnya.
- Bentuk fisik tubuhnya panjang dan langsing (lencir), dengan gaya berdiri yang tegak.
AK betina
- Pilih burung yang sudah cukup umur atau sudah melewati 2 kali masa mabung
- Pilih betina yang sudah birahi atau ngeper jika ditempel atau saat mendengar suara burung jantan
- Sehat, mulus, dan tidak memiliki cacat
- Untuk pemula, sebaiknya menyiapkan beberapa ekor induk betina untuk persiapan jika burung tersebut tidak berjodoh dengan induk jantan yang kita miliki.
1. Tahap pengenalan
Tempelkan dua sangkar yang masing-masing berisi induk jantan dan induk betina. Ini merupakan tahap awal pengenalan, agar induk jantan dan betina bisa “say hello” terlebih dulu. Butuh waktu 1-7 hari untuk menunggu sampai keduanya saling tertarik.
Tanda-tanda ketertarikan antara lain:
- Induk jantan membawa pakan di paruhnya (seperti dicapit), dan berusaha memanggil si betina untuk mau disuapi.
- Meski berada dalam sangkar terpisah dan saling berdempet, posisi induk jantan dan betina saat tidur berdekatan atau rendengan.
2. Tahap penyatuan
Tahap penyatuan induk jantan dan betina bisa dilakukan di daam kandang penangkaran. Anda bisa mencobanya dengan menggunakan kandang soliter terlebih dulu, sambil menempatkan tempat sarang. Tempat sarang bisa dibuat dari anyaman rotan, bambu, atau batok kelapa. Masukkan bahan-bahan penyusun sarang seperti sabut kelapa, serat nanas, jerami, dan daun cemara kering.
Sekarang amati kembali kerukunan atau keakuran jantan dan betina. Tanda-tandanya adalah AK jantan terus merayu betina, sesekali menyuapi calon pasangannya, atau si jantan sibuk menata bahan-bahan penyusun sarang. Jika semuanya sudah oke, kedua induk bisa dipindahkan ke kandang penangkaran sesungguhnya, tetapi Anda juga bisa tetap mempertahankannya di kandang soliter.
Umumnya, kandang penangkaran masih beralas
tanah. Anda bisa meletakkan beberapa pohon kecil sebagai peneduh dan
bak mandi di bawahnya. Ukuran kandang relatif, tergantung luas lahan
penangkaran. Ukuran minimal yang diperlukan adalah panjang 100 cm x
lebar 50 cm x tinggi 200 cm.
3. Tahap reproduksiUntuk mempercepat proses perkawinan, suasana kandang diusahakan nyaman dan sejuk. Caranya, Anda bisa menyirami air di dasar kandang setiap pagi dan sore, selama beberapa hari. Bak mandi harus dibersihkan secara rutin, jangan sampai terlihat kotor dan berjamur.
Jika pasangan AK ini sudah mulai birahi, mereka akan kawin dan menyusun sarangnya. Sekitar 4-10 hari setelah kawin, induk betina akan bertelur (rata-rata 2-4 butir) dan akan dierami selama 14 hari hingga menetas.
Piyik yang sudah berumur 5-10 hari bisa langsung diberi ring pengenal. Pada masa tersebut, Anda juga memiliki dua pilihan untuk perawatan piyik: disapih, dengan konsekuensi Anda harus melolohkan makanan untuk piyik, atau tetap menyerahkan pengasuhan piyik kepada induknya.
Piyik mulai keluar sarang dan belajar terbang pada usia 12-14 hari. Setelah usianya mencapai 1-2 bulan, anakan AK sudah bisa makan sendiri, bahkan sudah bisa dipasarkan.
Asupan pakan selama penjodohan
Selama proses penjodohan, penyatuan, hingga perkawinan, induk AK jantan dan betina membutuhkan asupan pakan yang bergizi. Hal ini akan mempengaruhi birahi, fertilitas, daya tetas, hingga kualitas piyik yang dihasilkan.
Pakan yang dibutuhkan antara lain :
- Cacing tanah, dalam jumlah cukup setiap harinya.
- Jangkrik, dengan porsi 30 ekor (pagi/sore pada awal perjodohan, lalu dikurangi menjadi 10 ekor (pagi/sore) setelah burung bertelur.
- Kroto, sebanyak 1 cepuk setiap pagi.
- Buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel, dan sebagainya.
- Voer (untuk proyek penangkaran biasanya diberikan sebagai makanan tambahan saja, bukan makanan utama).
Salah satu guru terbaik bagi para penangkar adalah pengalaman. Setiap penangkar, entah pemula maupun sudah memiliki jam terbang tinggi, selalu memperoleh pengalaman baru dalam usaha penangkarannya.
Nah, bagi penangkar pemula, Anda bisa mencermati berbagai problem yang terjadi selama masa penjodohan dan reproduksi burung anis kembang.
Jika dalam praktiknya sering menjumpai induk jantan atau betina yang sulit dijodohkan, ini merupakan sinyal buruk bahwa di dalam tubuh mereka terdapat gangguan hormonal. Basic instinct burung dewasa adalah ingin bercumbu dan kawin dengan burung sejenis yang beda kelamin.
Gangguan hormonal bisa diatasi dengan pemberian vitamin, mineral, dan zat-zat perangsang hormon lainnya. Misalnya BirdMature / BMR yang banyak digunakan kicaumania di Indonesia.
BirdMature juga bisa dijadikan solusi untuk mengatasi problem reproduksi, seperti telur infertil (telur gabuk, tidak akan menetas), daya tetas rendah (misalnya hanya 1 dari 3-4 telur yang menetas), dan sebagainya.
Pemberian BirdMature bahkan berdampak positif terhadap kualitas piyikan. Dalam berbagai kasus yang diamati, kualitas piyik menjadi jauh lebih baik, tidak mudah sakit, dan menekan angka mortalitas (kematian) terutama pada umur 0-30 hari.
Dalam proses perkawinan, ada dua hormon yang sangat berpengaruh, yaitu estrogen pada induk betina dan testosteron pada induk jantan. Untuk meningkatkan kesuburan sel sperma dan sel telur, maka hormon tersebut harus ada dalam keadaan cukup pada induk betina dan jantan.
Jika selama menjalankan usaha penangkaran, Anda kerap menjumpai kasus telur yang tidak menetas, itu pertanda ada sesuatu yang tak tak beres dengan testoteron dan estrogen. Apa gangguan ini bisa diatasi? Bisa! Untuk induk betina, Anda bisa memberikan EstroBird. Untuk induk jantan, Anda bisa menggunakan TestoBird.
Mengingat konsumsinya tergantung jenis kelamin, usahakan obat perangsang hormon itu diberikan saat Anda masih melakukan tahap pengenalan, yaitu tahap di mana sangkar induk jantan dan induk betina didekatkan atau ditempelkan. Saat itulah masing-masing burung bisa diberi EstroBird (betina) dan TestoBird (jantan). Jangan memberikan obat ini ketika kedua induk sudah bersatu dalam kandang penangkaran (salah-salah induk betina jadi tomboy, induk jantan malah jadi alay, he..he…).